12.25.2011

Menjejak Merapi



Tepat 1 tahun 3 bulan setelah letusan Merapi...


Jam 6 pagi warga sudah mulai beraktivitas


Anak-anak bermain bola. Merasa disorot kamera, mereka kabur sambil ketawa cekikikan.


Warga membuat keripik singkong untuk Bazar Merapi


(Mencari kutu) Sebuah keluarga menemukan kucing yang terlantar dan merawatnya.


2 hari perjalanan saya dan teman-teman dari Gadjah Mada Mengajar di kaki Merapi awal Desember 2011 kemarin.


 Kami melakukan survey dan berkenalan dengan warga. Insha Allah kami akan mengajar anak-anak Merapi selama enam bulan ke depan. Semoga usaha kecil kami ini bisa membantu dan memberi mereka motivasi. Aamiin :)
SHARE:

12.24.2011

Video Hello ASEAN dan BEM FEB UGM

#1

Ini video amatir pertama yang saya buat untuk mengenalkan acara Hello ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta dan Bali, 24Oktober-25 November 2011.


Terimakasih untuk teman-teman yang telah membantu: Gieta sebagai komunikator, Tika sebagai model dan bersedia di shoot saat hujan, 'bule-bule' exchange students, dan teman-teman asrama UGM Bulaksumur Residence .

Pihak @helloASEAN pun mengirim iPad 2 white sebagai balasannya. Alhamdulillah akhirnya bisa baca eBooks dengan lebih nyaman, terimakasih! :)

#2

Video kedua adalah parodi sederhana dari anak-anak 2011 yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UGM untuk kakak-kakak 2009 yang sebentar lagi lengser dari jabatannya. Film 8 menit ini diputar saat Farewell Party, 23 Desember 2011 di rumah Mas Graha Ganindra Goutama, Ketua BEM FEB UGM 2011.

(belum diupload di youtube)

Karena baru dihubungi oleh Bintang Prasodjo H-2 sempat ragu untuk bisa finish tepat waktu karena terbentur tugas paper dan UAS. Proses shoot nya juga baru dilakukan H-1. Alhamdulillah, Febrianto Ramadhan datang dan ikut membantu sampai akhir.

Terimakasih Febri, Bintang, Muja yang mau bolak-balik, Irah yang bantu menyusun format, Puput untuk ide dan masukannya, teman-teman BEM yang jadi artis dan mau di shoot sampe jam 10 malam juga Dinawaya Widarasti yang kirim sms "semangat"

Akhirnya selesai jam 8 malam dan langsung jalan ke rumah Mas Graha. Sempat takut kalau filmya bakal 'krik-krik-krik' tapi ternyata semua yang nonton ikut tertawa dan terhibur.

Terimakasih dan Alhamdulillah :)
SHARE:

11.05.2011

Dorm Stuff vs Mr. Right





Wallpapernya dibuat dari karton dan origami. Ini Gieta yang buat lho! Pulang dari interview AIESEC, kaget juga ngeliat Gieta lagi sibuk ngegunting origami. Kreatif Giet!

Setelah memperhatikan, bentuknya pas banget buat ekspektasi selama kuliah ini: combination of star and love.

Star atau bintang, melambangkan dream, cita-cita, juga prestasi. Sebagai pengingat untuk selalu produktif dan engga boleh males-malesan.

Love atau cinta. Sembari mengejar cita-cita, bolehlah mencari cinta. Tapi sampai sekarang, efeknya malah bikin para penghuninya menggalau saban hari.

"Aduh, mau banget ada yang modusin"

"Yaampun Kak bla-bla-bla online!"

"Eh, ganteng tuh, ganteng, yah tapi udah punya cewe."

Ternyata setelah melakukan penelitian, kegalauan seperti ini engga hanya terjadi di kamar kami. tapi juga menghinggapi hati para wanita. Lebih tepatnya wanita-wanita single (atau jomblo?)!

Pengen juga sih ada 'seseorang' yang bisa diajak diskusi, yang nemenin ngerjain tugas sampai malem, yang bisa mengingatkan dan menasehati, yang mau diajak susah apalagi hahaha.

Ditambah ngelihat temen-temen sudah pada punya 'seseorangnya' masing-masing. Duh!

Untuk menjaga perasaan itu tetap pada jalurnya, juga mengingat hukum dalam kepercayaan yang saya anut, saya selalu percaya bahwa wanita yang baik diciptakan untuk pria yang baik, begitupun sebaliknya.

Mungkin saja saya belum dipertemukan oleh 'seseorang' itu karena dia nilainya sudah 9 sedangkan saya masih 3. Jadi Allah memberikan saya waktu untuk memperbaiki diri terlebih dahulu.

so how'll I ever find the right Man?

Forget finding the right Man, focus on being the right Woman :)
SHARE:

Enjoying College Life

[caption id="attachment_323" align="aligncenter" width="405"]college best friends: Me, Dina (Lampung), Miana (Aceh), Miftha (Banjarmasin), Adin (Solo) college best friends: Me, Dina (Lampung), Miana (Aceh), Miftha (Banjarmasin), Adin (Solo)[/caption]

[caption id="attachment_338" align="aligncenter" width="460"]Class F, Economics and Business UGM 2011 Class F, Economics and Business UGM 2011[/caption]

[caption id="attachment_384" align="aligncenter" width="460"]BEM FEB UGM 2011 BEM FEB UGM 2011[/caption]

[caption id="attachment_383" align="aligncenter" width="460"]my point of view every morning, every evening for a year my point of view every morning, every evening for a year[/caption]

 

 

it always hard for the beginning


but when i tried to enjoy it, everything seems possible.


You make me feel enjoy in Jogja, friends.


Be nice, always.

SHARE:

10.16.2011

Integrity in My Profession as an Accountant

When the news about crime of corruption has spread widely, it can’t be separated from people who has political will about finance. It’ll also make a new public opinion. Especially for the job like accountant. The joke came up when someone who want to take the economic field. They family or friends will said don’t be a corruptor. It’s so sad because public paradigm moved to make economic and corruption looks equal.

One of the dangerous part is frightened about dirty situation in economic exceed the eagerness to solve that situation. It caused the economic position will be occupied with someone who just want a private profit making.

This situation may be found in accounting area. Moreover, accountant has a capability to make a decision about financial plan. Accountant can read the risk and the chance. It’s a gate lead up dark or bright future.

The one can avoid the worst is integrity. Integrity is a self-respect. Honesty to ourselves and others. The quality of integrity is not a trait that we are born with, but it is learned as we go through life. Integrity begins when we were very young, usually taught by parents, grandparents, neighbors, teachers, and friends. Integrity involves respect for self, respect for others, and responsibility for all your action.

Integrity is expensive and accountant with integrity is more and more precious.
SHARE:

10.14.2011

Kontribusi (?)

Kontribusi (?)


Membuat tulisan bebas adalah salah satu hal yang paling menantang. Karena membuat tulisan bebas memerlukan kemampuan untuk menuangkan begitu banyak ide, begitu banyak keinginan menjadi satu tulisan. Bagaimana memilih satu topik dari sekian banyak topik yang ingin kita angkat.

Tidak beda jauh dengan sebuah NGO, LSM, atau organisasi lainnya . Kemampuan dari masing-masing anggota untuk menyatukan tujuan dari berbagai macam motivasi yang mereka miliki sebelumnya. Memilih prioritas dan bentuk kontribusi apa yang bisa mereka berikan untuk negeri.

Bicara kontribusi, setiap orang punya kesempatan untuk bisa berkontribusi, memberikan sesuatu untuk negeri. Siapapun bisa, siapapun. Namun, kontribusi kini seringkali dikaitkan dengan social act, campaign, atau gerakan-gerakan besar lainnya. Sehingga banyak orang menjadi bingung, apa yang harus dilakukan untuk bisa berkontribusi? Darimana saya harus memulainya? Atau takut kontribusi saya tidak diterima oleh masyarakat.


Padahal makna kontribusi itu luas. Tidak harus dengan go green, fight poverty, against corruption untuk bisa berkontribusi. Dengan bakat, keahlian, talenta yang kita miliki, kita bisa berkontribusi. Bahkan cukup kita mulai dengan sesuatu yang kita cintai.

Misalnya saja, karena kecintaannya dengan musik, Iga Massardi membuka Kelas Gitar Gratis setiap akhir pekan. Karena kecintaannya dengan anak dan budaya, Rudi Correns membangun museum anak Kolong Tangga. Just do what you love and love what you do.

So contribute what you want to give.




*sumber gambar: myselfspeaks.blogspot.com
SHARE:

10.13.2011

Meja Makan Made in Holland

Artikel ini dimuat dalam studiddibelanda.com

Alhamdulillah artikel ini membuat saya bisa mentraktir beberapa teman makan di resto yang cukup mewah (terpaksa -_-) dan mengantarkan pertemuan saya dengan mas-mas yang, subhanallah, baca Alquran sembari menunggu bus di daerah Blok M, Jakarta. Benar-benar mengalihkan dunia!

Meja Makan Made in Holland


Anak-anak adalah sumber daya yang paling bernilai. Hingga berbagai pihak pun berusaha merawat dan menjaga mereka sebaik-baiknya dengan memberikan pendidikan yang bermutu, membangun fasilitas untuk mengembangkan bakat, dan sebagainya. Namun hidup anak-anak bukan hanya sebuah ajang mengukir prestasi. Hidup mereka lebih dari itu: merasakan kebahagiaan.
Achieving is important, but there is no sense in overdoing it

-Gellauf

Di tengah dunia yang semakin kompetitif ini, Belanda memberikan pelajaran kepada kita soal kebahagiaan anak-anak. Bayangkan, lebih dari 90% anak-anak di Belanda merasa bahagia. Bahkan mereka tidak minum-minuman, merokok, atau berhubungan seks sebelum waktunya.

Inilah yang mengantarkan Belanda menyandang gelar The happiest kids in Europe, Anak paling Bahagia di Eropa berdasarkan survey yang diadakan oleh WHO, UNICEF International, dan German UNICEF Foundation. Apa rahasianya?


Hal menarik yang saya tangkap, salah satu rahasia kebahagiaan mereka ada pada sebuah meja makan. Meja makan dalam hal ini adalah sebutan untuk apapun tempat meletakkan dan menyantap makanan.

Mulai dari sebuah meja makanlah, anak-anak Belanda belajar kebersamaan juga kebebasan. Di depan meja makan, orangtua, anak, dan kerabat dekat saling bertemu. Sekitar 70% orang tua di Belanda selalu memiliki waktu untuk keluarga dan anak-anak. Mereka menyantap makanan bersama-sama. Makan bersama telah menjadi bagian hidup sebuah keluarga di Belanda sejak lama bahkan menjadi sebuah budaya.

Banyak ilmuwan sosial juga studi lebih lanjut dalam Archives of Family Medicine mengatakan bahwa makan bersama, bekerja seperti sebuah vaksin. Melindungi anak-anak dari segala macam bahaya. Studi itu menunjukkan bahwa anak-anak yang makan bersama lebih sedikit kemungkinannya untuk merokok, minum-minuman, dan obat-obatan terlarang. Mereka biasanya memiliki reputasi yang baik di sekolah. Dan Belanda pun berhasil membuktikannya.

Meja makan, salah satu tempat keluarga Belanda membangun identitas dan budaya. Cerita diturunkan, canda dan tawa pun dibagikan. Anak-anak mempelajari percakapan. Mereka mendengar bagaimana masalah dipecahkan, belajar mendengarkan masalah orang lain dan menghormati selera makan saudaranya.
Sebuah seni mendidik yang membawa anak-anak Belanda menjadi anak paling bahagia di tanah Eropa.

Pendidikan berkualitasdi meja makan tentang hidup yang telah diajarkan sejak dini, membawa Belanda menjadi salah satu negara terbaik untuk hidup (11th Best Country to Live, magazine of International Living). Juga menjadikan Belanda sebagai tempat tinggal paling bahagia (1st in Happiest Living, Gallup World Poll Survey). Hingga masuk dalam 10 negara terbaik dalam berbagai macam hal.

Maka tidaklah heran jika Belanda masih menjadi salah satu negara impian yang ingin disambangi oleh para pelajar dan wisatawan di seluruh dunia.

Seni mendidik sederhana dari meja makan Belanda ini semoga bisa menginspirasi keluarga di Indonesia.
Other things may change us, but we start and end with the family.
-Anthony Brandt

Referensi:
http://www.dutchdailynews.com/dutch-kids-happiest/
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,2356219,00.html
http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/1/hi/world/europe/6360517.stm
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1200760,00.html
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/mendidik-ala-belanda-dengar-pendapat-anak

Gambar:

tdwclub.com
SHARE:

9.23.2011

When I'm Down (SNMPTN) Part 1

Lagi buka-buka file lama dan menemukan sebuah file dengan judul "Never Give Up" di harddisk. Ternyata sebuah tulisan yang saya buat sebelum SNMPTN Tertulis. Pas baca lagi jadi sedih dan teringat masa-masa perjuangan itu. Semoga bisa diambil pelajaran.


Never Give Up


Menjadi dokter adalah salah satu impian terbesar saya. Mimpi akan kedokteran telah saya bangun sedemikian rupa hingga terasa indah sekali untuk sekedar dibayangkan.

Tanggal 17 Mei 2011, saya dan beberapa sahabat berkumpul untuk melihat pengumuman SNMPTN Undangan bersama-sama.  Memasukkan nomer ujian dengan gemetar diselingi halaman twitter yang Alhamdulillah, penuh dengan keberhasilan teman-teman yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Bismillahirrahmanirrahiim.

Saya memasukkan nomer ujian dengan perlahan dan mengkoreksi setiap angka yang saya ketik,

dan… Ya. Saya menahan nafas beberapa detik.

Saya tidak lulus seleksi.

Saya tidak lulus FK UI.

Begitu pula sahabat-sahabat saya di ruangan itu. Kami semua tidak lulus SNMPTN Undangan. Seperti sebuah takdir yang mempertemukan kami untuk saling menguatkan saat itu.

Sungguh, saya tidak tahan untuk tidak menangis. Sambil menahan air mata, saya pamit sebentar untuk memberi kabar orang-orang di rumah. Saya berlari menuju rumah ditemani angin malam yang kencang.

Di sepanjang jalan, saya menangis. Saya tidak peduli lagi dengan orang-orang di jalan yang memperhatikan saya.

Sesampainya di rumah, saya langsung bersujud di kaki kedua orang tua, di kaki mama dan ayah. Di bawah kaki mereka, saya terus menangis. Menangis sejadi-jadinya. Ayah langsung menarik saya berdiri sambil menyeka air mata yang juga turun dari kedua matanya.

Lima hari saya mengurung diri di kamar. Keluar kamar pun hanya sesekali. Menghampiri mama lalu menangis. Mental saya jatuh. Jatuh sejatuh-jatuhnya. Mungkin terlihat berlebihan, tapi sungguh, itu yang terjadi.  Saya takut menghadapi kegagalan. Saya takut untuk menghadapi kegagalan lagi di ujian selanjutnya: SNMPTN Tertulis. Yang hanya berselang 2 minggu dari pengumuman.

Saya belum siap untuk menghadapi kenyataan kalau saya….tidak menjadi dokter.

Sampai suatu malam, ayah memanggil saya. Lalu mulai berkata,

 Ayah dan mama atau siapapun, engga ada yang bisa ngebantu kakak. Cuma kakak yang bisa bantu diri kakak sendiri. Ayah dan mama hanya bisa berdoa.

Kak, kalaupun ayah dan mama berdoa, tapi dalam diri kakak sendiri tidak ada keyakinan kalau kakak bisa, semuanya itu percuma. Ibaratnya, mama dan ayah sudah memberi aliran listrik 10000 mega ampere  tapi daya kakak cuma 2 watt.  Instalasi nya engga nyambung.

Kak, ayah engga berharap apa-apa lagi kecuali keyakinan diri kakak kembali. Inget Kak, bukan kemenangan mendapatkan kursi di PTN aja yang kaka perjuangin. Tapi lebih dari itu, KEMENANGAN MENTAL.

Waktu ayah menghadapi tes wawancara dengan kondisi ayah yang engga bisa mendengar lagi (tuli), kakak yang selalu semangatin ayah dan bilang kalau ayah bisa. Kakak yang selalu memotivasi ayah. Sekarang waktunya kakak untuk membuktikan ucapan kakak ke ayah dulu.

Ayah benar. Begitu mudahnya saya memotivasi orang lain. Menulis kalimat-kalimat penyemangat. Membuat cerita-cerita inspirasi. Sekarang lah saatnya bagi saya untuk mempertanggungjawabkannya.

So I’ll never give up, never give in, never let a ray of doubt slip in. And if I fall, I’ll never fade, I’ll just get up and try again.


Sekarang bukan lagi kursi PTN yang ingin ditaklukan.

Tapi mental tempe yang ada dalam diri.

bersambung.
SHARE:

9.21.2011

Lucky Roomate

Now and for several next years, i lived in Yogyakarta and sharing room with my besties, Gieta. She often cooks for us and I feel so lucky not because of her cook but also friendship among us! :)

the number of our room in UGM dormitory


Here we come


we merged our bed to minimize fearness in the night


we are here to fight to be a great accountan and diplomat


I created this photo frame when 16th Gieta's Birthday



Even I have no biological family in Jogja but for me Gieta is my sister here. She reminds me to pray, cooks fried rice, noodles, and another experiment foods, she accompanies me and it's pretty cure homesickness. Thanks Giet! :D

Taken with Blackberry Curve Camera (hope can own my slr asap :))
SHARE:

9.17.2011

Most Creative Entry @Pesta Blogger 2010

Sorry for this quick re-post, i just want to make a data here. please enjoy.

I got an Apple Ipad from the article i have written about my dream and JCU Singapore in Pesta Blogger 2010 event. Alhamdulillahirabbil alamin.

Here is my article  on my old blog

Here is the announcement   as Most Creative Entry

And there was also the long story enough behind me and an ipad, if you want to take a look, here

Hope there's a chance again to get another PC Tablet. Aamiin :)
SHARE:

9.16.2011

Strength in Freedom







Those balloons like those who live far from their parents. So they have freedom. Even though vulnerable in the wind but had a choice to stuck at a tree or continue to flying high.
SHARE:

9.12.2011

Dokter Akuntan

Beberapa teman beranggapan bahwa pilihan saya melanjutkan studi ke jurusan akuntansi adalah sebuah pelarian. Pelarian dari tidak diterimanya saya di Fakultas Kedokteran di beberapa Perguruan Tinggi Negeri. Saya hanya bisa tersenyum ketika hampir seluruh teman yang saya temui menanyakan hal yang sama, "Kok jadi akuntansi, Nit?"

Untuk mereka yang mengenal saya, tentu tahu, betapa inginnya saya masuk ke sekolah kedokteran. Betapa saya menulis banyak tentang keinginan saya di kedokteran, di blog, di kertas ulangan, dan tempat-tempat umum.

Sekarang, saya hanya bisa tertawa mengingat itu semua. Betapa mudahnya saya mengucapkan mimpi tanpa diikuti dengan action yang tepat.

Di saat teman-teman seperjuangan mengerjakan soal-soal try out snmptn dan sebagainya, saya masih sibuk dengan mencari berita, menulis artikel, dan magang di beberapa majalah. Saya hanya berpikir, nothing impossible. I can have it all at once.

But I was wrong. 'Nothing impossible' also has a natural law. If you want something, go get it. Focus. Go get it. Period.

Dan pertanyaan "Kok jadi akuntansi, Nit?", jawabannya pun masih sama.

Dulu sebelum masuk ke penjurusan IPA/IPS, setiap ditanya cita-cita, saya menjawab 'ingin jadi Gubernur Bank Indonesia'. Seiring berjalannya waktu dan berkutat dengan biologi, kimia, fisika, muncullah keinginan menjadi dokter. Saya bimbel sampai malem pun mengerjakan soal-soal IPA, buku-buku soal IPA bertumpukan di meja belajar.

Ketika saya gagal masuk kedokteran melalui seleksi pertama (SNMPTN Undangan), saya bertemu teman lama, Teguh Imam Dirgantara (STEI ITB) yang mengingatkan saya akan mimpi 'Gubernur BI'.

Seperti mendapat pencerahan dan saya langsung bersemedi di dalam kamar selama lima hari untuk menentukan pilihan apa saja yang akan saya jatuhkan untuk SNMPTN tertulis. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahiim, saya memilih kedokteran dan akuntansi.

Bagi saya, menjadi dokter akan selalu menjadi salah satu keinginan terbesar hingga kapanpun. Dan akuntansi bukanlah sebuah pelarian, melainkan sebuah pilihan dan jawaban. Menjadi Gubernur BI pun bukanlah tujuan, melainkan pembangkit semangat.

Sehingga terimakasih untuk semua teman-teman yang ada ketika saya jatuh, ketika saya tidak berani keluar kamar karena malu tidak lulus, untuk semua teman yang menemani dan menyemangati saya belajar.

Untuk semua teman yang telah percaya. Terimakasih.


SHARE:

8.28.2011

ORASI

Agustus 2009. Satu hal yang tidak pernah terbayang adalah ketika berdiri di atas mimbar lapangan sekolah untuk berorasi. Menjadi satu-satunya wanita diantara tiga pria hebat ini.





Tentu saja orasi yang tidak luar biasa dan jauh dari sempurna, Namun, terimakasih kepada lebih dari dua ratus orang yang telah memilih saya waktu itu. Seandainya saya tahu, siapa saja kalian.. Saya sungguh-sungguh ingin menjabat tangan kalian. Atau bahkan memeluk kalian.

Karena kalian telah menyadarkan saya bahwa selama ini saya tidak pernah sendiri. Bahwa selama ini, kalian yang telah diam-diam membangkitkan semangat saya.

Ketika fase jenuh datang, yang pertama saya ingat adalah kalian. Biarpun saya tidak tahu siapa kalian yang telah mencontreng foto saya di kertas pemilihan, tapi kalian telah menyumbang kontribusi besar dalam kehidupan saya hingga sekarang.

Terimakasih, sungguh.
SHARE:

Article on Deinblick Magazine German

Deinblick is a Germany International open-platform magazine. Currently read in 32 countries, deinblick is the first international user-generated life magazine. For more info: www.deinblick.com

Here is my article on Deinblick Magazine, January 2011:

NOT ME, BUT WE ARE THE NEW GENERATION


Author Nur'aini Yuwanita Wakan (Nita Wakan) // Indonesia

PhotoM61 Jakarta High School, Indonesia

I am 17 years old right now and I always had good experience especially with all of my friends shown on this photo. We had been Nityameti Subha Pratijna school representatives and wearing a special uniform. the vest had our name and position printed on it.

I was a vice leader of them. Together we organized many events. Therefore we knew each other very well. We knew who had a big ego, was moody, a problem solver, or a pretty punctual person. No matter we often had different ideas and opinion, we shared one vision and mission: To give all our best to make our event successful. So there was not only smile but also tears. They personally made me to be a mature person, to have a best skill in leadership. Thanks from the deep of my heart, for teaching me to be strong like a rock. All you guys taught me to hear what I couldn't hear before.



Time went by too fast and there was a change of positions. It's been so sad because we knew we would never make an event together again. We wear off our vests and threw them up into the sky to show we are ready to move on and live in the different way. We strongly believe that we became a New Generation with this entire lesson that we learned from this school representatives' experience.

Your rock, Nityameti Subha Pratijna.
SHARE:

8.11.2011

Pesan dari Anak-anak Harapan Rabbani!


Menjadi panitia acara ulang tahun teman sungguh mengasyikkan. Apalagi ketika teman tersebut memilih untuk berbagi kebahagiaan ulang tahunnya bersama adik-adik kecil yang lucu-lucu ini:


Foto bersama adik-adik dari Yayasan Harapan Rabbani*, Galaxy-Bekasi.


Gemas sekali melihat mereka tertawa apalagi yang giginya ompong. Kelihatan engga?


Nah kertas apa sih yang mereka pamerkan? itu adalah lukisan buatan mereka masing-masing.


Jadi, sebagai panitia, saya ada sedikit ide untuk menambah program acara selain makan bersama dan kuis berhadiah. Yaitu acara menggambar cita-citaku di masa depan!


Meskipun hanya 15 anak yang dari awal telah ikut serta, tapi acara cukup ramai karena mereka benar-benar antusias menggoreskan pensil berwarna ke kertas gambar


Setalah sekitar 30 menit menggambar, mereka diberikan kesempatan untuk menceritakan impian mereka di depan kami dan teman-teman yang lain.


Dan ternyata gambar mereka bagus-bagus sekali. Ada yang menggambar pabrik mobil karena ingin punya perusahaan mobil, kapal pesiar karena ingin jadi nahkoda, gambar buku karena ingin jadi penulis, bahkan gambar sawah karena ingin jadi petani dan yang paling banyak adalah gambar guru dan dokter. Subhanallaaaaaah ya!


cita-citaku: guru


cita-citaku: arsitek


Wah kalau melihat mereka menceritakan impian tinggi mereka dengan penuh semangat, rasanya saya iri karena mereka, anak-anak yang masih berpikir everything is possible.


Dulu waktu kecil, tinggal ikat selimut di punggung, kita langsung jadi superman. Ambil sapu punya mama terus kita bawa deh layaknya seorang penyihir. Panjat pohon tinggi-tinggi dan engga takut jatuh.


Dengan mudah kita - diwaktu kecil - melakukannya!


Sekarang ketika dewasa? Sering banget berpikir i'm not possible. Padahal we just have an idea and make it happen. Cobalah berpikir seperti anak-anak.



Pertemuan saya dengan mereka lah yang kembali mengingatkan saya untuk think when i were still a kid, terimakasih anak-anak Harapan Rabbani :)




*Yayasan Harapan Rabbani


Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa, Galaxy-Bekasi (021-8200098)

SHARE:

8.10.2011

Reborn, Terlahir Kembali

YunanJournal* adalah blog pertama yang serius saya jalankan bersama adik saya.

Tujuan awalnya adalah supaya kami bisa saling memantau dan bercerita melalui media blog. Namun karena kegiatannya yang padat, jadilah blog tersebut didominasi oleh cerita saya sendiri.

Ternyata cukup banyak teman-teman yang mengikuti YunanJournal. Terlihat dari komentar-komentar yang mereka berikan atau jejak lain yang mereka tinggalkan. Tentu saja ini menambah semangat saya untuk menulis. Thanks all for your genuine support. Terimakasih teman-teman yang telah setia membaca YunanJournal!

Semoga melalui NitaWakan ini, saya bisa lebih memberi kontribusi yang nyata juga memberi inspirasi dan manfaat untuk teman-teman semua. Aamiin.

*klik YunanJournal untuk berkunjung

SHARE:

5.02.2011

Tetap Semangat adikku!


Hari ini saya sedih sekali, ketika mengetahui adik saya tidak bisa mengikuti tes masuk SMPN 1 Bekasi bulan Juni nanti.
Sebelumnya kami sekeluarga selalu menyemangatinya, selalu mengatakan: you can do that. Hingga akhirnya kami menerima kenyataan:

bahwa ada SATU nilai rapot adik saya: kurang SATU POINT dari permintaan pihak smp 1. Dan dapat disimpulkan adik saya tidak bisa mengikuti tes.

SMP 1 menjadi sekolah impian adik saya. Saya selalu menceritakan segala kebahagiaan yang saya rasakan selama sekolah di sana tiga tahun lalu. Mulai dari guru-guru yang hebat, gedung dan fasilitas yang bagus, hingga organisasi yang aktif berjalan.

Namun kini saya menerima kenyataan pahit. Bahwa sekolah yang selalu saya banggakan tidak memberi kesempatan adik saya untuk mengikuti tes.

Tapi saya yakin ini adalah ketentuan Allah yang terbaik. ketika saya memeluknya begitu sedih, adik saya berbisik "masih banyak smp yang bagus kak!"

ya Allah, terimakasih atas keteguhan hati yang Engkau berikan kepada adik saya.

Saya berjanji untuk menemaninya belajar seminggu ini, menjelang UASBN SD tanggal 10 Mei nanti. Do your best, my brother! I always support you and believe that you can do it.

Mohon doanya yah teman-teman :)
SHARE:

4.30.2011

Smarter Planet? Let’s Do with Smarter Computing!

Smarter planet with smarter computing?

make a gif
Kini kita tidak perlu membawa peta saat berkendara, kita mulai jarang membawa buku-buku tebal, bahkan kita bisa memesan tiket bioskop dan melakukan pembayaran dari rumah. Karena semuanya dilakukan dengan: teknologi.

GPS yang memudahkan pencarian lokasi, aplikasi ebook, dan pembayaran online. Itu baru sedikit contoh dari teknologi yang semakin memudahkan manusia melakukan tugasnya.

Namun bukan hanya kemudahan yang kita butuhkan tapi juga: PEMBANGUNAN.

Bagaimana menjadikan teknologi sebagai sarana untuk membangun sebuah sekolah, sebuah perusahaan, sebuah negara, bahkan sebuah planet untuk menjadi lebih baik, lebih cerdas. Ya, Smarter Planet!

Smarter Planet sendiri merupakan gagasan yang telah digaungkan beberapa tahun terakhir oleh IBM, International Business Machines Corporation. Sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. IBM merupakan perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia yang telah berdiri sejak abad ke 19.


Lalu Bagaimana membangun Planet yang lebih cerdas?

Tentu bukan hanya tugas IBM membangun a smarter planet. Tapi tugas kita semua sebagai umat manusia: Instrument the world’s system. Kita juga harus sadar bahwa dibutuhkan kerjasama yang kuat dari semua pihak: interconnect us. Dan yang terpenting sarana yang kita ciptakan bersama: to make us intelligent.

Apa sarananya?

Banyak! Salah satunya dengan SMARTER COMPUTING. Hal paling mudah adalah fasilitasi dan bangun dirimu dengan semua teknologi di sekitarmu. Kamu hanya perlu ide, lalu lakukan!

Misalnya gunakan notebookmu untuk menulis dan berbagi cerita inspirasi. Gunakan smartphone mu untuk merekam bakat dan keahlianmu, gunakan social media untuk membangun bisnismu, dan masih banyak lagi. Gunakan dan gali idemu sekreatif mungkin. Be a creative person!

Kapan memulainya?

The technology is here. People are ready. The time is now. Lakukan sekarang juga!

Lets build our smarter planet with smarter computing!


SHARE:
© Mettle in Perspectives.. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig