8.28.2011

ORASI

Agustus 2009. Satu hal yang tidak pernah terbayang adalah ketika berdiri di atas mimbar lapangan sekolah untuk berorasi. Menjadi satu-satunya wanita diantara tiga pria hebat ini.





Tentu saja orasi yang tidak luar biasa dan jauh dari sempurna, Namun, terimakasih kepada lebih dari dua ratus orang yang telah memilih saya waktu itu. Seandainya saya tahu, siapa saja kalian.. Saya sungguh-sungguh ingin menjabat tangan kalian. Atau bahkan memeluk kalian.

Karena kalian telah menyadarkan saya bahwa selama ini saya tidak pernah sendiri. Bahwa selama ini, kalian yang telah diam-diam membangkitkan semangat saya.

Ketika fase jenuh datang, yang pertama saya ingat adalah kalian. Biarpun saya tidak tahu siapa kalian yang telah mencontreng foto saya di kertas pemilihan, tapi kalian telah menyumbang kontribusi besar dalam kehidupan saya hingga sekarang.

Terimakasih, sungguh.
SHARE:

Article on Deinblick Magazine German

Deinblick is a Germany International open-platform magazine. Currently read in 32 countries, deinblick is the first international user-generated life magazine. For more info: www.deinblick.com

Here is my article on Deinblick Magazine, January 2011:

NOT ME, BUT WE ARE THE NEW GENERATION


Author Nur'aini Yuwanita Wakan (Nita Wakan) // Indonesia

PhotoM61 Jakarta High School, Indonesia

I am 17 years old right now and I always had good experience especially with all of my friends shown on this photo. We had been Nityameti Subha Pratijna school representatives and wearing a special uniform. the vest had our name and position printed on it.

I was a vice leader of them. Together we organized many events. Therefore we knew each other very well. We knew who had a big ego, was moody, a problem solver, or a pretty punctual person. No matter we often had different ideas and opinion, we shared one vision and mission: To give all our best to make our event successful. So there was not only smile but also tears. They personally made me to be a mature person, to have a best skill in leadership. Thanks from the deep of my heart, for teaching me to be strong like a rock. All you guys taught me to hear what I couldn't hear before.



Time went by too fast and there was a change of positions. It's been so sad because we knew we would never make an event together again. We wear off our vests and threw them up into the sky to show we are ready to move on and live in the different way. We strongly believe that we became a New Generation with this entire lesson that we learned from this school representatives' experience.

Your rock, Nityameti Subha Pratijna.
SHARE:

8.11.2011

Pesan dari Anak-anak Harapan Rabbani!


Menjadi panitia acara ulang tahun teman sungguh mengasyikkan. Apalagi ketika teman tersebut memilih untuk berbagi kebahagiaan ulang tahunnya bersama adik-adik kecil yang lucu-lucu ini:


Foto bersama adik-adik dari Yayasan Harapan Rabbani*, Galaxy-Bekasi.


Gemas sekali melihat mereka tertawa apalagi yang giginya ompong. Kelihatan engga?


Nah kertas apa sih yang mereka pamerkan? itu adalah lukisan buatan mereka masing-masing.


Jadi, sebagai panitia, saya ada sedikit ide untuk menambah program acara selain makan bersama dan kuis berhadiah. Yaitu acara menggambar cita-citaku di masa depan!


Meskipun hanya 15 anak yang dari awal telah ikut serta, tapi acara cukup ramai karena mereka benar-benar antusias menggoreskan pensil berwarna ke kertas gambar


Setalah sekitar 30 menit menggambar, mereka diberikan kesempatan untuk menceritakan impian mereka di depan kami dan teman-teman yang lain.


Dan ternyata gambar mereka bagus-bagus sekali. Ada yang menggambar pabrik mobil karena ingin punya perusahaan mobil, kapal pesiar karena ingin jadi nahkoda, gambar buku karena ingin jadi penulis, bahkan gambar sawah karena ingin jadi petani dan yang paling banyak adalah gambar guru dan dokter. Subhanallaaaaaah ya!


cita-citaku: guru


cita-citaku: arsitek


Wah kalau melihat mereka menceritakan impian tinggi mereka dengan penuh semangat, rasanya saya iri karena mereka, anak-anak yang masih berpikir everything is possible.


Dulu waktu kecil, tinggal ikat selimut di punggung, kita langsung jadi superman. Ambil sapu punya mama terus kita bawa deh layaknya seorang penyihir. Panjat pohon tinggi-tinggi dan engga takut jatuh.


Dengan mudah kita - diwaktu kecil - melakukannya!


Sekarang ketika dewasa? Sering banget berpikir i'm not possible. Padahal we just have an idea and make it happen. Cobalah berpikir seperti anak-anak.



Pertemuan saya dengan mereka lah yang kembali mengingatkan saya untuk think when i were still a kid, terimakasih anak-anak Harapan Rabbani :)




*Yayasan Harapan Rabbani


Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa, Galaxy-Bekasi (021-8200098)

SHARE:

8.10.2011

Reborn, Terlahir Kembali

YunanJournal* adalah blog pertama yang serius saya jalankan bersama adik saya.

Tujuan awalnya adalah supaya kami bisa saling memantau dan bercerita melalui media blog. Namun karena kegiatannya yang padat, jadilah blog tersebut didominasi oleh cerita saya sendiri.

Ternyata cukup banyak teman-teman yang mengikuti YunanJournal. Terlihat dari komentar-komentar yang mereka berikan atau jejak lain yang mereka tinggalkan. Tentu saja ini menambah semangat saya untuk menulis. Thanks all for your genuine support. Terimakasih teman-teman yang telah setia membaca YunanJournal!

Semoga melalui NitaWakan ini, saya bisa lebih memberi kontribusi yang nyata juga memberi inspirasi dan manfaat untuk teman-teman semua. Aamiin.

*klik YunanJournal untuk berkunjung

SHARE:
© Mettle in Perspectives.. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig