1.20.2012

Dear, Kamu.




Dear Kamu,

Terimakasih untuk selingkar strawberry cheesecake yang kamu kirim di hari spesial itu. Meski bukan kamu yang membawanya dan bukan kamu yang memilih bentuknya untukku, tapi itu lebih dari cukup. Karena bukan hanya kue, tapi juga sebuah baju.

Aku tidak mengerti,

Setelah lebih dari tiga tahun kita tak saling menyapa, kamu datang dengan kebaikan yang sangat.

Aku bahkan tidak tahu sudah setinggi apa kamu hari ini, karena saat terakhir kita bertemu, aku hanya perlu mendongak sedikit saja untuk bisa melihat matamu.

Pernah suatu ketika, lampu rumahku padam, dan suaramu lah yang menemaniku hingga lampu menyala kembali. Sekarang aku tidak tahu seperti apa suaramu, tapi dari kalimat-kalimat yang kamu ketikkan kepadaku sebelum hari spesialku datang, itu menunjukkan bahwa kamu telah lebih dewasa.

Dan aku yakin, semua yang kamu lakukan sudah kamu pikirkan sebab-akibatnya.

Ah, kamu.

Kiriman itu membuat aku serasa menjadi Otsu dalam kisah Miyamoto Musashi.  Diantara keduanya ada ‘keyakinan’ yang membuat jarak diantara mereka, semakin jelas. Membuat entitas rasa semakin manis, seperti kisah kita bukan?

Maafkan aku untuk tetap berada pada 'candu' yang kupilih.
Dunia ini selalu penuh dengan bunyi gelombang. Ikan-ikan kecil menyerahkan diri mereka kepada gelombang, menari, menyanyi, dan bermain, tapi siapa yang bisa mengenal hati laut tiga puluh meter di bawahnya? Siapa yang kenal akan kedalamannya?
SHARE:

10.08.2010

Romantisme Sederhana

sumber: tumblr.com


Akhir-akhir ini saya sering mendapat surat cinta. Bukan surat cinta yang macam-macam yah,
Ini karena saya senior di OSIS dan paskibra, ada saja ritual yang mengharuskan adik-adiknya menulis surat cinta pada kakak-kakaknya. Kasihan juga yang menulis surat cinta untuk saya, mereka harus berbohong :p

Tapi cukup seru membacanya, apalagi kalimat-kalimat berlebihan seperti,
Kalau kini ku kirim surat ini, kak, artinya saya sudah tidak tahan lagi memendam rasa sukaku padamu. Bahaya juga yah kalau sudah tidak bisa ditahan lagi :D

Atau, Kau yang cantik dengan tubuh semampai langsung menyita perhatianku. Apalagi senyummu yang manis. Wah tambah parah bohongnya.

***
Sebenarnya yang terpenting, surat-surat itu mengingatkan saya pada sebuah surat tanpa nama, dari
seseorang empat tahun yang lalu. Saya temukan surat itu di dalam tas saya, dan saya benar-benar kaget membacanya. Antara rasa senang, penasaran, dan takut.

Senang, karena itu surat cinta saya yang pertama. Surat cinta sungguhan.
Penasaran, karena saat itu saya belum tahu siapa pengirimnya.
Takut, karena saya takut kalau orang yang menulisnya bukanlah orang yang saya harapkan.

Percaya atau tidak, sekarang saya sudah mengetahui siapa pengirimnya.
Seseorang yang empat tahun lalu pun sebenarnya berhasil mencuri hati saya, sebelum dia menulis surat itu. Tentu saja, dia tidak tahu soal ini. (kecuali dia membaca posting saya sekarang) dan mungkin, kita sudah punya jalan masing-masing. Melankolis sekali yah.

Di awal paragraf, dia mengatakan bahwa dia takut. Sungguh, seandainya dia sadar, dia bukan orang yang penakut. Berapa banyak pria yang bahkan tidak berani ataupun gengsi untuk sekedar menulis surat seperti miliknya.

Paragraf-paragraf selanjutnya: penuh dengan pujian.

Di akhir paragraf, dia tulis, aku tunggu jawabannya (besok) nanti ya. dari orang yang selalu memperhatikanmu. Dia mencoret kata besok menjadi NANTI.

Apakah NANTI itu adalah sekarang, besok, lusa, atau 10 tahun lagi? Entahlah.

Kalau saya bisa membuat resensi atas suratnya, maka bahasanya begitu sederhana dan apa adanya. Tidak ada kalimat puitis sama sekali. Kertas yang ia gunakan pun hanya selembar sobekan buku tulis. Tanpa amplop, tanpa bunga, tanpa cokelat, tanpa wangi-wangian. Semua begitu sederhana.

Dan memang saya menyukai sesuatu yang apa adanya. Bukankah kejujuran adalah sebuah romantisme sederhana?



Saya telah berjanji untuk menyimpan surat itu sampai tua nanti :)
Dan saya benar-benar berterimakasih kepadanya karena telah bersedia mengisi beberapa lembar kenangan dalam buku kehidupan saya.
Fellas!
SHARE:

9.26.2010

MY Kind of BOY

Now, here's what you're supposed to do, and please do not spoil the fun. Copy and paste this into your notes, delete my answers, and type in yours.

If you're a guy - post this as "my kind of girl"
If you're a girl - post this as "my kind of boy"


1. Do you need him/her to be good looking? good looking: sweet

2. Smart? nice

3. Preferred age? Same age or older. wait, younger no problem at all :p

4. Preferred height? Must taller than me.

5. How about sense of humor? balancing my serious

6. How about piercing? no please

7. Accepts you for who you are? Accepting no matter what i am

8. Pink hair? no way

9. Mushy or no? Nope.

10. Thin or fat? i dont care about it

11. Black, Brown or White (skin color)? hey, how about broken white :p

12. Long hair or short hair? short

13. Plastic or metal? metal

14. Smells good? no alcohol parfume.

15. Smoker? Big no

16. Drinker? Hell NO!

17. Girl/Boy-next-door type? no

18. Muscular? Yep

19. Plays piano? great

20. Plays bass and/or acoustic guitar? awesome

21. Plays violin? no

22. Sings very good? nooo :p

23. Vain? dont be vain

24. With glasses? I REALLY like a glasses boy!

25. With braces? Big no

26. Shy type? Better not.

27. Rebel or good boy/girl? everyone has a bright side

28. Active or passive? Active.

29. Tight or bomb? bombastic :p

30. Singer or dancer? none of them

31. Stunner? W-a-w.

32. Hiphop? no

33. Earrings? no no no

34. Mr/Ms. count-my-ex-girlfriends-until-you-drop? i will slap him if he do that

35. Dimples? yes like me

36. Bookworm? of course, i love books

37. Mr/Ms. love letter? no, please

38. Playful? Yes!

39. Flirt? just with me and his mom

40. Poem writer? i dont like a very romantic boy

41. Serious? adaptable boy

42. Campus crush? I REALLY HOPE, maybe in second semester :p

43. Painter? He draws me in his heart hahaha

44. Religious? not very fanatic

45. Someone who likes to tease people? no

46. Computer games geek? Or internet freak? games geek will remember me about someone.....

47. Speaks 20 languages? sounds great, huh?

48. Loyal or faithful? both of them.

49. Good kisser? maybe yes

50. Loves children? Loves ALL children in this world :D

taken from: dini
SHARE:

3.06.2010

Ciri-ciri orang yang tulus



Kalo lagi nulis tentang Mr. Bee, paling enak sambil dengerin Depapepe
Apalagi yang Wedding Bell. hehehe :D

***

Di sekolah terjadi percakapan singkat:
Nurul : Nita, lo harus tahu adik gue.
Saya : Kenapa Nurul?
Nurul : Dia bilang gini ke gue,

“Lo mba, kaya gue kalo suka sama orang itu yang tulus. Enggak mengharapkan dia suka sama kita. Gue tahu dia suka sama orang lain. Dia cerita ke gue, gue tetep support dia. Meskipun gue lagi berantem atau kesel sama dia, gue tetep ngucapin selamat ulang tahun ke dia. Gue enggak peduli mba, sebenci apapun dia ke gue.”

Saya : Ya Allah, Nurul. Itu keren.

***

Ternyata benar. Kedewasaan itu bukan dilihat dari umurnya. Tapi
dari bagaimana kita menyikapi persoalan.
Persoalan yang paling rumit itu cinta (ya allah kenapa jadi ngebahas cinta?)
Setiap orang PASTI minimal pernah merasakan rasa suka meski belum ke taraf cinta.
Mau orang se alim apapun. Pasti pernah. Karena itu sifat lahiriah manusia. Tapi tinggal bagaimana kita menyikapi perasaan itu.
At list, sebagai contoh. Adik dari teman saya itu, Nurul. Nurul pun mengakui kalau untuk soal perasaan pada kaum pria, adiknya lebih dewasa. Bukan berarti macam-macam. Tapi adiknya lebih banyak menasihatinya, seperti percakapan di atas.

Kadang yaa, saya saja harus mikir dua kali untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang yang saya suka.
Saya takut dia enggak balas, atau apa-apa.
Padahal sebenarnya kalau kita tulus, kita enggak akan peduli apa yang dia kasih ke kita. Dia balas atau enggak.

Ada pepatah atau apapun deh yang pas banget nih,
“Terkadang orang yang paling mencintai kita adalah orang yang tidak pernah mengatakannya.”

Karena orang-orang yang seperti itu, takut kita menjauh darinya.
Orang-orang seperti itu memang pengecut. Tapi serius deh, mereka benar-benar tulus mencintai kita, mereka enggak mau kita tahu.
Mereka enggak meminta apa-apa dari kita.
Tapi pertanyaanya adalah: ADA ENGGAK YAAA ORANG YANG SEPERTI ITU KE KITA?
Hahahaha.

Saya tahu nih ciri-ciri orang yang seperti itu:
(berdasarkan pengalaman saya :D bercanda)
1. dia enggak berani menatap matamu lama-lama. Sekalipun kalian berbicara cukup lama.
2. dia akan menjauh atau menghilang tiba-tiba saat ngeliat kamu sedang bersama pacarmu/orang yang kamu suka.
3. dia yang akan mendukung pendapatmu saat enggak ada yang mendukungmu.
4. dia ingat kata-kata mu bahkan yang kamu lupa kalau kamu pernah mengatakannya.
5. dia yang pertama mengangguk saat kamu berbicara.
6. dia juga enggak berani menatap mata pacarmu/orang yang kamu suka lama-lama.
7. dia akan menunduk sebentar (sepersekian detik) melihatmu pulang dengan pacarmu/orang yang kamu suka.
8. dia tahu warna kesukaanmu padahal kamu enggak pernah menonjolkan atau mengatakannya.
9. di rumahmu dia akan mengajak berbicara salah satu anggota keluargamu DULUAN.
10. dia selalu menyempatkan waktu untuk melihat pertandinganmu dari sudut yang enggak terlihat oleh mu.
11. dia yang pertama tersenyum saat kamu bermain dengan bagus.
12. saat orang-orang memberimu ucapan selamat, dia menghilang.

Hayoooooooooo siapa yang ada dipikiranmu???.
Perhatikan sekitarmu. Jangan-jangan ada orang disekitarmu yang bersikap seperti itu kepadamu.
Jangan ragu, dia benar-benar TULUS.
Semoga kalian berjodoh :)



SHARE:

2.25.2010

Hey, It makes me happy!


Ternyata benar.
Terkadang rasa yang suka bikin kita senyum-senyum sendiri,
Bisa membuat apa yang kita suka,
Jadi sesuatu yang kita enggak suka
Dan tahu kan..........
Apa yang kita enggak suka
Jadi kita suka!

Ternyata benar.
Terkadang rasa yang suka bikin jantung kita berdegup kencang,
Justru membuat kita berpikir

Kalau dia lagi memperhatikan kita
Padahal belum tentu
semua itu untuk kita!

tapi terkadang..........
ketidakpastian yang seperti itu
yang membuat kita bahagia

Ketidakpastian yang menawarkan
kejutan setiap harinya
Esok akan bagaimana?
Apa dia masuk?
Apa dia akan berdiri disitu lagi?
Hmmm..............

Sungguh masa-masa seperti ini
Yang akhirnya terasa lagi!
Terimakasih, Mr. Bee :)
SHARE:
© Mettle in Perspective. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig