10.13.2011

Meja Makan Made in Holland

Artikel ini dimuat dalam studiddibelanda.com

Alhamdulillah artikel ini membuat saya bisa mentraktir beberapa teman makan di resto yang cukup mewah (terpaksa -_-) dan mengantarkan pertemuan saya dengan mas-mas yang, subhanallah, baca Alquran sembari menunggu bus di daerah Blok M, Jakarta. Benar-benar mengalihkan dunia!

Meja Makan Made in Holland


Anak-anak adalah sumber daya yang paling bernilai. Hingga berbagai pihak pun berusaha merawat dan menjaga mereka sebaik-baiknya dengan memberikan pendidikan yang bermutu, membangun fasilitas untuk mengembangkan bakat, dan sebagainya. Namun hidup anak-anak bukan hanya sebuah ajang mengukir prestasi. Hidup mereka lebih dari itu: merasakan kebahagiaan.
Achieving is important, but there is no sense in overdoing it

-Gellauf

Di tengah dunia yang semakin kompetitif ini, Belanda memberikan pelajaran kepada kita soal kebahagiaan anak-anak. Bayangkan, lebih dari 90% anak-anak di Belanda merasa bahagia. Bahkan mereka tidak minum-minuman, merokok, atau berhubungan seks sebelum waktunya.

Inilah yang mengantarkan Belanda menyandang gelar The happiest kids in Europe, Anak paling Bahagia di Eropa berdasarkan survey yang diadakan oleh WHO, UNICEF International, dan German UNICEF Foundation. Apa rahasianya?


Hal menarik yang saya tangkap, salah satu rahasia kebahagiaan mereka ada pada sebuah meja makan. Meja makan dalam hal ini adalah sebutan untuk apapun tempat meletakkan dan menyantap makanan.

Mulai dari sebuah meja makanlah, anak-anak Belanda belajar kebersamaan juga kebebasan. Di depan meja makan, orangtua, anak, dan kerabat dekat saling bertemu. Sekitar 70% orang tua di Belanda selalu memiliki waktu untuk keluarga dan anak-anak. Mereka menyantap makanan bersama-sama. Makan bersama telah menjadi bagian hidup sebuah keluarga di Belanda sejak lama bahkan menjadi sebuah budaya.

Banyak ilmuwan sosial juga studi lebih lanjut dalam Archives of Family Medicine mengatakan bahwa makan bersama, bekerja seperti sebuah vaksin. Melindungi anak-anak dari segala macam bahaya. Studi itu menunjukkan bahwa anak-anak yang makan bersama lebih sedikit kemungkinannya untuk merokok, minum-minuman, dan obat-obatan terlarang. Mereka biasanya memiliki reputasi yang baik di sekolah. Dan Belanda pun berhasil membuktikannya.

Meja makan, salah satu tempat keluarga Belanda membangun identitas dan budaya. Cerita diturunkan, canda dan tawa pun dibagikan. Anak-anak mempelajari percakapan. Mereka mendengar bagaimana masalah dipecahkan, belajar mendengarkan masalah orang lain dan menghormati selera makan saudaranya.
Sebuah seni mendidik yang membawa anak-anak Belanda menjadi anak paling bahagia di tanah Eropa.

Pendidikan berkualitasdi meja makan tentang hidup yang telah diajarkan sejak dini, membawa Belanda menjadi salah satu negara terbaik untuk hidup (11th Best Country to Live, magazine of International Living). Juga menjadikan Belanda sebagai tempat tinggal paling bahagia (1st in Happiest Living, Gallup World Poll Survey). Hingga masuk dalam 10 negara terbaik dalam berbagai macam hal.

Maka tidaklah heran jika Belanda masih menjadi salah satu negara impian yang ingin disambangi oleh para pelajar dan wisatawan di seluruh dunia.

Seni mendidik sederhana dari meja makan Belanda ini semoga bisa menginspirasi keluarga di Indonesia.
Other things may change us, but we start and end with the family.
-Anthony Brandt

Referensi:
http://www.dutchdailynews.com/dutch-kids-happiest/
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,2356219,00.html
http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/1/hi/world/europe/6360517.stm
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1200760,00.html
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/mendidik-ala-belanda-dengar-pendapat-anak

Gambar:

tdwclub.com
SHARE:

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Mettle in Perspectives.. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig