3.31.2013

Mempersiapkan Akuntan Muda Indonesia Menuju Asean Economic Community2015


Di presentasikan dalam National Accounting Essay Competition in Accounting Fair Universitas Bakrie 2013 on the topics: Preparing Indonesia's Youth Accountant to Vanquish ASEAN Economics Community (AEC) Era through Competence, Ethics and Professionalism yang telah dilaksanakan pada tanggal 19-23 Maret 2013 di Universitas Bakrie.


Hubungan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja dan Asosiasi Profesi

Gelar kesarjanaan akuntansi yang disandang seseorang memiliki kualitas berbeda, antara satu lulusan dengan lulusan perguruan tinggi (PT) lainnya. Kualitas lulusan berkolerasi lurus dengan kapasitas staf pengajar. Kalau staf pengajar di perguruan tinggi tidak menguasai, tidak memiliki pengalaman praktik, dan tidak up date dengan perkembangan akuntansi nasional dan internasional, kualitas lulusan akuntan menjadi rendah.

Perlu adanya interkoneksitas (link and match) perguruan tinggi dengan dunia kerja dan asosiasi profesi untuk memacu lulusan akuntan. Pertama, pendidik akuntansi wajib tersertifikasi (qualified) agar mampu mengajarkan materi keakuntansian yang berkualitas dan aktual, menggambarkan realitas keakuntansian secara lebih cerdas dan mencerahkan.

Kedua, interkoneksitas kurikulum S1 dengan dunia kerja bisa berupa program magang yang ditujukan untuk mempersiapkan kualitas lulusan tidak hanya dalam hal teori, tetapi juga kemampuan lainnya.

Ketiga, spesifikasi kompetensi. Perlu adanya kekhususan konsentrasi keilmuan untuk anak didik yang megikuti program pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Alumnus PPAk bisa berkiprah lebih optimal di medan keprofesian karena memiliki modal pengetahuan dan skill yang memadai.

Keempat, keterlibatan aktif asosiasi profesi dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan komitmen kebijakan serta regulasi kongkrit dalam proses transformasi akuntan. Misalnya asosiasi profesi seperti Ikatan Akuntan Indonesia  dapat mengadakan seminar dan pelatihan, menertibkan jasa akuntan, mengevaluasi kurikulum S1 Akuntansi yang telah mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), menyusun Standar Pendidikan Akuntansi Indonesia (SPAI) dengan mengadopsi International Education Standard (IES) dan International Federation of Accountant (IFAC), dan sebagainya.

Jika keempat bentuk interkoneksitas antara PT, dunia kerja, dan asosiasi profesi dapat dijalankan dengan optimal, kualitas dan daya saing akuntan muda Indonesia akan meningkat. Mereka dapat memiliki kepercayaan diri ketika gerbang persaingan mulai dibuka, khususnya ketika ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN) diberlakukan pada 2015 mendatang.

<
SHARE:

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Mettle in Perspectives.. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig