1.20.2012

Dear, Kamu.




Dear Kamu,

Terimakasih untuk selingkar strawberry cheesecake yang kamu kirim di hari spesial itu. Meski bukan kamu yang membawanya dan bukan kamu yang memilih bentuknya untukku, tapi itu lebih dari cukup. Karena bukan hanya kue, tapi juga sebuah baju.

Aku tidak mengerti,

Setelah lebih dari tiga tahun kita tak saling menyapa, kamu datang dengan kebaikan yang sangat.

Aku bahkan tidak tahu sudah setinggi apa kamu hari ini, karena saat terakhir kita bertemu, aku hanya perlu mendongak sedikit saja untuk bisa melihat matamu.

Pernah suatu ketika, lampu rumahku padam, dan suaramu lah yang menemaniku hingga lampu menyala kembali. Sekarang aku tidak tahu seperti apa suaramu, tapi dari kalimat-kalimat yang kamu ketikkan kepadaku sebelum hari spesialku datang, itu menunjukkan bahwa kamu telah lebih dewasa.

Dan aku yakin, semua yang kamu lakukan sudah kamu pikirkan sebab-akibatnya.

Ah, kamu.

Kiriman itu membuat aku serasa menjadi Otsu dalam kisah Miyamoto Musashi.  Diantara keduanya ada ‘keyakinan’ yang membuat jarak diantara mereka, semakin jelas. Membuat entitas rasa semakin manis, seperti kisah kita bukan?

Maafkan aku untuk tetap berada pada 'candu' yang kupilih.
Dunia ini selalu penuh dengan bunyi gelombang. Ikan-ikan kecil menyerahkan diri mereka kepada gelombang, menari, menyanyi, dan bermain, tapi siapa yang bisa mengenal hati laut tiga puluh meter di bawahnya? Siapa yang kenal akan kedalamannya?
SHARE:

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Mettle in Perspectives.. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig