8.28.2011

Article on Deinblick Magazine German

Deinblick is a Germany International open-platform magazine. Currently read in 32 countries, deinblick is the first international user-generated life magazine. For more info: www.deinblick.com

Here is my article on Deinblick Magazine, January 2011:

NOT ME, BUT WE ARE THE NEW GENERATION


Author Nur'aini Yuwanita Wakan (Nita Wakan) // Indonesia

PhotoM61 Jakarta High School, Indonesia

I am 17 years old right now and I always had good experience especially with all of my friends shown on this photo. We had been Nityameti Subha Pratijna school representatives and wearing a special uniform. the vest had our name and position printed on it.

I was a vice leader of them. Together we organized many events. Therefore we knew each other very well. We knew who had a big ego, was moody, a problem solver, or a pretty punctual person. No matter we often had different ideas and opinion, we shared one vision and mission: To give all our best to make our event successful. So there was not only smile but also tears. They personally made me to be a mature person, to have a best skill in leadership. Thanks from the deep of my heart, for teaching me to be strong like a rock. All you guys taught me to hear what I couldn't hear before.



Time went by too fast and there was a change of positions. It's been so sad because we knew we would never make an event together again. We wear off our vests and threw them up into the sky to show we are ready to move on and live in the different way. We strongly believe that we became a New Generation with this entire lesson that we learned from this school representatives' experience.

Your rock, Nityameti Subha Pratijna.
SHARE:

8.11.2011

Pesan dari Anak-anak Harapan Rabbani!


Menjadi panitia acara ulang tahun teman sungguh mengasyikkan. Apalagi ketika teman tersebut memilih untuk berbagi kebahagiaan ulang tahunnya bersama adik-adik kecil yang lucu-lucu ini:


Foto bersama adik-adik dari Yayasan Harapan Rabbani*, Galaxy-Bekasi.


Gemas sekali melihat mereka tertawa apalagi yang giginya ompong. Kelihatan engga?


Nah kertas apa sih yang mereka pamerkan? itu adalah lukisan buatan mereka masing-masing.


Jadi, sebagai panitia, saya ada sedikit ide untuk menambah program acara selain makan bersama dan kuis berhadiah. Yaitu acara menggambar cita-citaku di masa depan!


Meskipun hanya 15 anak yang dari awal telah ikut serta, tapi acara cukup ramai karena mereka benar-benar antusias menggoreskan pensil berwarna ke kertas gambar


Setalah sekitar 30 menit menggambar, mereka diberikan kesempatan untuk menceritakan impian mereka di depan kami dan teman-teman yang lain.


Dan ternyata gambar mereka bagus-bagus sekali. Ada yang menggambar pabrik mobil karena ingin punya perusahaan mobil, kapal pesiar karena ingin jadi nahkoda, gambar buku karena ingin jadi penulis, bahkan gambar sawah karena ingin jadi petani dan yang paling banyak adalah gambar guru dan dokter. Subhanallaaaaaah ya!


cita-citaku: guru


cita-citaku: arsitek


Wah kalau melihat mereka menceritakan impian tinggi mereka dengan penuh semangat, rasanya saya iri karena mereka, anak-anak yang masih berpikir everything is possible.


Dulu waktu kecil, tinggal ikat selimut di punggung, kita langsung jadi superman. Ambil sapu punya mama terus kita bawa deh layaknya seorang penyihir. Panjat pohon tinggi-tinggi dan engga takut jatuh.


Dengan mudah kita - diwaktu kecil - melakukannya!


Sekarang ketika dewasa? Sering banget berpikir i'm not possible. Padahal we just have an idea and make it happen. Cobalah berpikir seperti anak-anak.



Pertemuan saya dengan mereka lah yang kembali mengingatkan saya untuk think when i were still a kid, terimakasih anak-anak Harapan Rabbani :)




*Yayasan Harapan Rabbani


Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa, Galaxy-Bekasi (021-8200098)

SHARE:

8.10.2011

Reborn, Terlahir Kembali

YunanJournal* adalah blog pertama yang serius saya jalankan bersama adik saya.

Tujuan awalnya adalah supaya kami bisa saling memantau dan bercerita melalui media blog. Namun karena kegiatannya yang padat, jadilah blog tersebut didominasi oleh cerita saya sendiri.

Ternyata cukup banyak teman-teman yang mengikuti YunanJournal. Terlihat dari komentar-komentar yang mereka berikan atau jejak lain yang mereka tinggalkan. Tentu saja ini menambah semangat saya untuk menulis. Thanks all for your genuine support. Terimakasih teman-teman yang telah setia membaca YunanJournal!

Semoga melalui NitaWakan ini, saya bisa lebih memberi kontribusi yang nyata juga memberi inspirasi dan manfaat untuk teman-teman semua. Aamiin.

*klik YunanJournal untuk berkunjung

SHARE:

5.02.2011

Tetap Semangat adikku!


Hari ini saya sedih sekali, ketika mengetahui adik saya tidak bisa mengikuti tes masuk SMPN 1 Bekasi bulan Juni nanti.
Sebelumnya kami sekeluarga selalu menyemangatinya, selalu mengatakan: you can do that. Hingga akhirnya kami menerima kenyataan:

bahwa ada SATU nilai rapot adik saya: kurang SATU POINT dari permintaan pihak smp 1. Dan dapat disimpulkan adik saya tidak bisa mengikuti tes.

SMP 1 menjadi sekolah impian adik saya. Saya selalu menceritakan segala kebahagiaan yang saya rasakan selama sekolah di sana tiga tahun lalu. Mulai dari guru-guru yang hebat, gedung dan fasilitas yang bagus, hingga organisasi yang aktif berjalan.

Namun kini saya menerima kenyataan pahit. Bahwa sekolah yang selalu saya banggakan tidak memberi kesempatan adik saya untuk mengikuti tes.

Tapi saya yakin ini adalah ketentuan Allah yang terbaik. ketika saya memeluknya begitu sedih, adik saya berbisik "masih banyak smp yang bagus kak!"

ya Allah, terimakasih atas keteguhan hati yang Engkau berikan kepada adik saya.

Saya berjanji untuk menemaninya belajar seminggu ini, menjelang UASBN SD tanggal 10 Mei nanti. Do your best, my brother! I always support you and believe that you can do it.

Mohon doanya yah teman-teman :)
SHARE:

4.30.2011

Smarter Planet? Let’s Do with Smarter Computing!

Smarter planet with smarter computing?

make a gif
Kini kita tidak perlu membawa peta saat berkendara, kita mulai jarang membawa buku-buku tebal, bahkan kita bisa memesan tiket bioskop dan melakukan pembayaran dari rumah. Karena semuanya dilakukan dengan: teknologi.

GPS yang memudahkan pencarian lokasi, aplikasi ebook, dan pembayaran online. Itu baru sedikit contoh dari teknologi yang semakin memudahkan manusia melakukan tugasnya.

Namun bukan hanya kemudahan yang kita butuhkan tapi juga: PEMBANGUNAN.

Bagaimana menjadikan teknologi sebagai sarana untuk membangun sebuah sekolah, sebuah perusahaan, sebuah negara, bahkan sebuah planet untuk menjadi lebih baik, lebih cerdas. Ya, Smarter Planet!

Smarter Planet sendiri merupakan gagasan yang telah digaungkan beberapa tahun terakhir oleh IBM, International Business Machines Corporation. Sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. IBM merupakan perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia yang telah berdiri sejak abad ke 19.


Lalu Bagaimana membangun Planet yang lebih cerdas?

Tentu bukan hanya tugas IBM membangun a smarter planet. Tapi tugas kita semua sebagai umat manusia: Instrument the world’s system. Kita juga harus sadar bahwa dibutuhkan kerjasama yang kuat dari semua pihak: interconnect us. Dan yang terpenting sarana yang kita ciptakan bersama: to make us intelligent.

Apa sarananya?

Banyak! Salah satunya dengan SMARTER COMPUTING. Hal paling mudah adalah fasilitasi dan bangun dirimu dengan semua teknologi di sekitarmu. Kamu hanya perlu ide, lalu lakukan!

Misalnya gunakan notebookmu untuk menulis dan berbagi cerita inspirasi. Gunakan smartphone mu untuk merekam bakat dan keahlianmu, gunakan social media untuk membangun bisnismu, dan masih banyak lagi. Gunakan dan gali idemu sekreatif mungkin. Be a creative person!

Kapan memulainya?

The technology is here. People are ready. The time is now. Lakukan sekarang juga!

Lets build our smarter planet with smarter computing!


SHARE:

12.31.2010

My Wish List : BOOKS (update)

A room without books is like a body without soul
-Cicero-

Semoga di tahun 2011, saya bisa membaca buku-buku ini dan ada rezeki untuk memilikinya sendiri. Sebagai pengakuan, saya lebih sering meminjam buku dari perpustakaan atau teman ketimbang beli sendiri :D
Tapi insha allah ada perubahan yang baik ya di tahun 2011 ini :)

(Nah berhubung tanggal 6 Januari nanti saya genap berusia 18 tahun, teman-teman bisa nih mengirimkan salah satu buku dari daftar di bawah ini ke rumah saya :D)

#1 MUSASHI (Eiji Yoshikawa) Checklist:sedang di baca:)



Sudah 2 tahun lebih, saya mengidam-ngidamkan buku ini. Karena kepentok dengan harga dan masih ada keperluanyang lain jadi saya memutuskan untuk menundanya dulu.

Setengah tahun yang lalu saya melihat buku mushashi yang terbuka bungkusnya di Gramedia. Otak hemat saya waktu itu langsung bekerja. Setiap pulang sekolah dalam seminggu, saya menyempatkan diri untuk mampir membaca Musashi di Gramedia. Alhasil,

mas-mas penjaga tas sampai hafal dengan saya :D
Namun di hari ke-8 buku itu sudah tidak ada di rak nya :’(

Sebagai gambaran, Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan melalui ilmu samurai yang dimilikinya.

Status: Saya masih berharap buku ini tiba-tiba turun dari langit :D

#2 DUNIA SOPHIE Gold Edition-Mizan (Jostein Gaarder)



Saya sudah membacanya 2 tahun lalu dari perpustakaan sekolah. Buku ini menggambarkan kehidupan Sophie dan penulis surat dari kacamata filsafat. Sungguh menyenangkan menyelami pemikiran si penulis surat!

Dan ketika 3 minggu kemarin main ke Gramedia, saya lihat ada sesuatu yang bersinar-sinar dari salah satu rak buku. Sesuai namanya, Dunia Sophie Gold Edition yang menyilaukan mata membuat saya jatuh cinta.
Yang berbeda dari edisi sebelumnya adalah adanya ilustrasi para tokoh. Cerita menjadi lebih hidup!

Status: Semoga lancar rezeki untuk beli buku ini. Aaamiiin.

#3 Your Job is not Your Career Checklist




Ini ditulis oleh Rene Suhardono yang akrab disapa ReneCC, coach di hardrock FM. Seperti biasa, buku yang memenuhi rak buku saya adalah buku-buku motivasi seperti ini.
Untuk menjadi penyemangat saya mengejar cita-cita: dokter.

Status: Sedang menabung untuk beli buku ini :)

#4 Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World



Setiap buku mengenai kegiatan atau perjalanan kemanusiaan sangat saya sukai. Seperti yang dilakukan Totto Chan dalam bukunya ini. Tentu ini akan menambah semangat saya untuk lebih banyak berbagi dan mensyukuri kehidupan yang saya miliki.

Status: mecahin celengan…enggak….mecahin celengan…..enggak….enggak….engg…

#5 SAMAN (Ayu Utami) Checklist!



Saya sudah jatuh cinta dengan tulisan-tulisan, pemikiran dan pandangan mba ayu utami semenjak rajin membaca kolomnya di Koran Seputar Indonesia kelas 1 SMA lalu.
Jadi saya yakin novel mba Ayu tidak akan mengecewakan saya. Bagaimana tidak, SAMAN menjadi salah satu novel Indonesia terbaik.
Semoga kita bisa berdiskusi bersama ya mba ayu suatu hari nanti!

Status: ada yang punya enggak?

#6 NAGABUMI (Seno Gumira A.)



Hampir semua cerpennya menarik. Memiliki ending yang tak bisa di tebak. Salah satu cerpen beliau yang saya suka adalah Cappucino dalam Rembulan.
Kemudian, beliau menulis Nagabumi yang tebalnya hampir sama dengan Musashi. Dan harganya juga hampir sama, aaaaaa

Status: membuat prioritas.


Itulah 6 buku yang insha allah saya baca di tahun 2011 ini,
Nanti akan saya share nilai-nilai positif apa saja yang bisa diambil.
Sekaligus menjadi inspirasi saya untuk mulai menulis buku. Doakan ya!

SHARE:

12.24.2010

Kisah iPad, Nokia, & BlackBerry

Ini tentang kisah iPad, Nokia & BlackBerry yang jatuh ke tangan seorang manusia biasa. Yang diantara ketiganya punya cerita tersendiri.


Kisah iPad
Untuk mengetahui apa itu iPad, silahkan klik --> iPad.



Setiap kali mendengar, melihat, bahkan mengetik huruf yang membentuk kata iPad, hati saya bergidik. Sore menjelang senja waktu itu, saya menerima kiriman sms yang menyatakan saya berhasil memenangkan sebuah kontes menulis yang diselenggarakan oleh Pesta Blogger bekerjasama dengan JCU Singapore. Saya mendapat kategori most creative writing atau tulisan paling kreatif. Dan itu artinya saya berhak mendapat sebuah iPad!

Klik --> tulisan (untuk membaca tulisan yang saya lombakan)
Klik --> pengumuman (untuk melihat hasil pemenang)


Saya langsung sujud syukur. Alhamdulillahirabbil alamin, sebut saya terus menerus dalam hati. Saya jadi agak heboh dan lepas kendali. Meski di rumah seorang teman, saya tetap teriak-teriak kegirangan, “Dina, Nurul, aku dapat iPad, iPad!!!”

Ibu teman saya pun sampai bertanya, “Din, itu teman kamu kenapa?” Mirisnya, saya jadi kehilangan etika dan moral bertamu di rumah orang karena teriakan-teriakn yang menganggu.

Sepersekian menit dari luapan emosi kebahagiaan yang saya tunjukkan, sebuah sms dari pengirim yang sama masuk, ia memberitahukan bahwa hadiah di oper ke peringkat 2 karena saya tidak menghadiri acara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Karena saya tidak menghadiri acara pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah maka saya TIDAK mendapat hadiah (baca: iPad).



Entahlah, seperti tersambar petir, kilat, badai, dan hal-hal menakutkan lainnya. Hal mengejutkan masih datang bertubi-tubi karena si pengirim sms itu ternyata adalah orang yang berada di peringkat 2, Kak Lily-teman sekelas saya!


Duaaaaaarrrrr-seperti genderang mau pecah. Saya benar-benar bingung. Apa yang harus saya lakukan. Apa, apa yang harus saya lakukan?


Di tengah kebingungan yang mencekam, Kak Lily memberikan tawaran untuk menjual iPad tersebut kemudian hasil penjualan akan dibagi dua. Tanpa berpikir panjang, saya membalas: OKE.


Hei, kenapa saya balas oke?! Bukankah akan lebih bijaksana kalau saya mengatakan, “Tidak perlu, kak. Itu milik Kak Lily. Rezekinya Kak Lily. Saya ikhlas, kak.”
(Wee heng, Juri asal Singapore menghibur kesedihan saya:D)

Tapi seburuk apapun saya, sedikit apapun amal perbuatan saya di dunia yang fana ini, saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa, juga dari nafsu duniawi. Astaghfirullah aladzim alladzi laa illaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih.


Dan tidak lupa saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kak Lily yang bersedia membagi rezekinya dengan saya. Semoga Allah SWT membalas perbuatannya. Ini akan selalu saya ingat, Kak :)

#Moral: Selalu hadiri acara pengmuman pemenang dan penyerahan hadiah apapun meski kamu enggak yakin menang. Karena sebuah ketidakyakinan adalah keyakinan.



Kisah Nokia & Black Berry (BB)

Berbekal kesalahan di minggu sebelumnya, saya langsung tancap gas ke Gedung Pusat Telkomsel untuk menghadiri acara penyerahan hadiah ‘Program be a Reporter’ Telkomsel. Lomba essay tingkat pelajar dan mahasiswa se-Jabodetabek dengan tema ‘Aku Cinta Indonesia’.




Alhamdulillahirabbil alamin, saya mendapat sebuah BlackBerry. Itu artinya saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada Pasangan jiwa saya: Nokia 6630 Silver.

Sebagai perkenalan, Nokia 6630 Silver yang telah menemani saya selama 5 tahun, memang sudah mengalami penuaan. Keypad atasnya telah rusak 2 tahun yang lalu. Namun karena kesetiaan yang saya miliki, saya tetap menerima ia apa adanya. Saya menerima ia SEUTUHNYA. Ini terbukti dengan casing asli, baterai asli, memory 64 MB asli, dan semuanya UTUH saya pakai selama 5 tahun.


Sempat terlontar sebuah lelucon dari teman saya, “HP lo boleh jadul nit, tapi punya iPad, HA-HA-HA.” maklum dia tidak tahu kisah-kasih saya dengan iPad yang berliku-liku.

Atau, “Ganti HP dong, Nit.” “Pakai BB dong, Nit.” “iPhone lah,Nit. iPhone.”



Dengan tegas dan penuh pengertian, saya membalas semua apa yang mereka lontarkan itu dengan, “Iya nih belum mau ganti, masih setia. 5 tahun lho!” Meski sebenarnya banyak sekali alasan lain di luar sebuah kesetiaan.

Sekarang dengan berat hati, sekali lagi saya harus mengakui, bahwa saya hanyalah MANUSIA biasa, yang juga ingin merasakan teknologi baru yang membuat beberapa teman saya keranjingan.

“Welcome home, BlackBerry Girl!” ucap beberapa teman saya di Messenger.

“Mana kesetiaan lo, Nit? Mana Nita yang gue kenal dulu. Yang setia, kuat, ceria……HA-HA-HA.” Ucap seorang teman di tengah ujian akhir semester.

#Moral: Manusia tidak pernah puas meski mengaku setia.
SHARE:
© Mettle in Perspective. All rights reserved.
Blogger Templates made by pipdig